Di
tengah arus modernisasi, banyak warisan budaya Indonesia yang mulai tergerus
oleh perkembangan zaman, termasuk tradisi membatik yang merupakan salah satu
bentuk ekspresi budaya bernilai tinggi. Membatik tidak hanya menghasilkan karya
visual yang indah, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan identitas
lokal yang penting untuk dilestarikan. Sayangnya, di banyak daerah warisan ini
mulai ditinggalkan karena keterbatasan akses, pengetahuan, dan peluang ekonomi.
Program
pelestarian dan pemberdayaan ini hadir sebagai upaya untuk menghidupkan kembali
tradisi membatik
sebagai aset budaya sekaligus sumber penghidupan. Melalui pendekatan berbasis
keterampilan dan kreativitas, masyarakat didorong untuk menggali potensi lokal
dan mengembangkan keterampilan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan
mereka secara mandiri. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan
beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Desa
Sengguruh, sebuah wilayah pedesaan yang kaya akan potensi sumber daya manusia
dan nilai-nilai lokal. Namun, masih banyak warga yang belum memiliki akses
memadai untuk mengembangkan keterampilan berbasis budaya. Bekerja sama dengan
Program CSR PJB UP Brantas pada tahun 2014 Griya Batik Sengguruh hadir menjawab
tantangan
tersebut dengan program pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan pada
pengembangan keterampilan membatik, penguatan identitas lokal, dan penciptaan
peluang ekonomi melalui karya berbasis budaya.
Melalui pelatihan membatik, pendampingan usaha, dan pemanfaatan motif lokal yang inovatif, Griya Batik Sengguruh berkomitmen untuk membangun ekonomi kreatif yang berakar dari budaya dan tumbuh secara berkelanjutan. Visi kami adalah “Menguatkan ekonomi lokal melalui karya batik yang inovatif dan berkelanjutan,” yang diwujudkan melalui lima misi strategis:
- Melestarikan warisan budaya melalui pengembangan motif dan teknik batik yang menggali nilai-nilai lokal dan sejarah daerah.
- Memberdayakan masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja, pelatihan keterampilan, serta membuka akses terhadap peluang ekonomi berbasis batik.
- Mendorong inovasi dan kreativitas produk dengan menggabungkan unsur tradisional dan modern untuk menghasilkan batik yang unik, bernilai, dan relevan.
- Memperluas pasar dan jaringan melalui strategi pemasaran yang adaptif, kolaborasi, dan pemanfaatan platform digital.
- Mewujudkan keberlanjutan usaha dengan menerapkan prinsip ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya yang bijak, dan model bisnis jangka panjang.
0 Komentar