Sebagai bagian dari komitmen menuju praktik batik yang berkelanjutan, Batik Seng mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Daur Ulang Limbah Malam Batik yang diselenggarakan di Balai Besar Batik Yogyakarta. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan fasilitas program CSR PT PLN Nusantara Power UP Brantas, yang mendorong transformasi industri kreatif berbasis kearifan lokal menuju arah yang lebih ramah lingkungan.
Pelatihan ini diikuti oleh tim Batik Seng sebagai wujud nyata dari mimpi besar menjadi industri hijau, industri batik yang tidak hanya menghasilkan karya bernilai budaya dan estetika tinggi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Limbah malam batik yang selama ini menjadi tantangan dalam proses produksi, dipelajari untuk dikelola dan didaur ulang secara tepat, aman, dan berkelanjutan.
Bertempat di Balai Besar Batik Yogyakarta, peserta memperoleh pembelajaran menyeluruh mulai dari pemahaman karakteristik limbah malam, teknik daur ulang dan pemurnian malam, penerapan standar K3, hingga pengendalian mutu hasil daur ulang. Proses pembelajaran dilakukan melalui kombinasi teori, praktik langsung, dan pendampingan oleh instruktur berpengalaman di bidang teknologi batik.
Program ini juga dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi, sebagai bentuk pengakuan resmi atas kemampuan tim Batik Seng dalam mengelola limbah malam batik sesuai standar. Sertifikasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas produksi, serta membangun kepercayaan mitra dan konsumen.
Dukungan CSR PT PLN Nusantara Power UP Brantas menjadi bagian penting dalam perjalanan Batik Seng menuju industri hijau. Melalui sinergi antara dunia industri, lembaga pemerintah, dan pelaku UMKM batik, program ini berkontribusi nyata dalam pemberdayaan sumber daya manusia sekaligus pelestarian lingkungan hidup.
Melalui pelatihan dan sertifikasi daur ulang limbah malam batik ini, Batik Seng melangkah lebih dekat pada mimpinya: menjadi industri hijau yang merawat tradisi, menjawab tantangan zaman, dan menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.
0 Komentar