Komitmen terhadap pengembangan batik berkelanjutan terus diperkuat melalui pelatihan Wirausaha Baru (WUB) industri kerajinan batik berbasis pewarna alam yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian di Pondok Pesantren An Nur 2, Kabupaten Malang.
Pelatihan ini menjadi ruang belajar dan praktik bagi calon pelaku usaha batik untuk memahami proses produksi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi. Pendekatan pewarna alam dipilih sebagai jawaban atas kebutuhan industri batik masa kini yang semakin menuntut keberlanjutan tanpa meninggalkan nilai tradisi.
Dalam kegiatan ini, Griya Batik Sengguruh dipercaya sebagai instruktur pelatihan, mendampingi peserta secara langsung dalam setiap tahapan proses membatik. Berbekal pengalaman panjang dalam pengembangan batik pewarna alam, Griya Batik Sengguruh menghadirkan materi yang tidak hanya teknis, tetapi juga sarat nilai kearifan lokal.
Materi pelatihan meliputi pengenalan sumber pewarna alam, teknik pengolahan dan ekstraksi warna, hingga penerapan pada kain agar menghasilkan warna yang kuat dan harmonis. Peserta juga dibekali pemahaman tentang perawatan kain serta peluang pengembangan produk batik pewarna alam di pasar yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.
Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan WUB batik yang memiliki identitas, karakter, dan kesadaran lingkungan. Pondok Pesantren An Nur 2 menjadi ruang tumbuh yang mempertemukan nilai edukasi, tradisi, dan kewirausahaan dalam satu gerak bersama.
0 Komentar